Kabupaten Tangerang | wartakum7.com, – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat jajaran Polresta Tangerang melalui program pertanian berbasis desa. Kali ini, panen jagung hibrida digelar di Kampung Ranca Kalapa, RT 004/001, Desa Ranca Kalapa, Kecamatan Panongan, Selasa (3/3/2026), sebagai bagian dari program “1 Desa 2 Hektare”.
Kegiatan yang diinisiasi Polsek Panongan tersebut berlangsung di lahan pertanian warga dan dihadiri unsur kepolisian, pemerintah desa, serta kelompok tani setempat. Panen dilakukan secara simbolis setelah melalui masa tanam dan perawatan yang melibatkan sinergi antara Bhabinkamtibmas dan para petani.
Kapolresta Tangerang dalam keterangannya menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, program “1 Desa 2 Hektare” diharapkan mampu menjadi percontohan kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan produktif.
Kapolsek Panongan, Iptu Irruandy Aritonang, S.H., menambahkan bahwa pendampingan kepada kelompok tani dilakukan sejak tahap awal penanaman hingga masa panen.
“Kami bersama Bhabinkamtibmas rutin melakukan monitoring dan pendampingan. Harapannya, hasil panen ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan jagung di wilayah Panongan,” jelasnya.
Pejabat Kepala Desa Ranca Kalapa, Herman, S.H., M.Si., turut mengapresiasi sinergi yang terbangun antara aparat kepolisian dan masyarakat desa.
“Kolaborasi ini sangat positif. Kehadiran Polri memberi semangat bagi petani dan memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun desa,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan proses panen jagung serta sesi foto bersama. Hingga kegiatan berakhir pukul 11.40 WIB, seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan lancar.
Hasil panen masih dalam proses pemetikan dan pendataan oleh kelompok tani. Namun, program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa di Kabupaten Tangerang serta menjadi model sinergi aparat dan masyarakat di sektor pertanian.
Tommy






