BELITUNG, Wartakum7.com – Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite yang terjadi beberapa minggu terakhir di Kabupaten Belitung mendapat perhatian serius dari DPRD Belitung.
Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Crystin Ferani, SE., SH., menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengevaluasi distribusi dan menambah pasokan BBM subsidi di daerah.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat, terutama ojek, nelayan, pelaku tambang rakyat, dan UMKM. Antrean panjang di SPBU, kios eceran kosong, sampai akhirnya warga terpaksa beli Pertamax yang harganya dua kali lipat,” ujar Vina saat coffee morning bersama PWI Belitung di Owly Coffee, Tanjungpandan, Belitung, Selasa 14 Juli 2026 pagi.
Menurut Vina, BBM subsidi merupakan hak masyarakat kecil yang harus dipastikan ketersediaannya. Ia menegaskan tidak boleh ada warga yang dirugikan karena langka dan mahalnya BBM subsidi.
“BBM subsidi ini hak rakyat. Jangan sampai karena distribusinya tidak lancar, masyarakat kecil yang harus menanggung beban. Ini harus segera kita selesaikan bersama,” tegasnya.
Dalam koordinasi nanti, Vina meminta Pertamina segera menambah kuota pasokan Pertalite untuk Belitung. Selain itu, pengawasan distribusi juga harus diperketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang mengambil kesempatan.
“Kita juga akan dorong agar ada sidak bersama antara DPRD, Pemkab, Satgas Pangan, dan kepolisian ke SPBU dan kios eceran. Biar kita tahu akar masalahnya di mana, apakah memang pasokannya kurang atau ada kebocoran,” jelasnya.
Kelangkaan Pertalite berdampak langsung ke masyarakat. Di SPBU Membalong dan Tanjungpandan antrean mengular, sementara di kios eceran harga jual tembus Rp13.000 per liter.
Harga tinggi itu terjadi karena harga beli dari pengerit sudah mencapai Rp225.000 per jerigen isi 18 liter.
Kondisi ini memaksa warga beralih ke Pertamax dengan harga Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Bagi ojek dan UMKM, kenaikan ini sangat memberatkan biaya operasional sehari-hari.
Vina berharap Pertamina tidak hanya menambah pasokan sementara, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan kawal ini sampai tuntas. DPRD bersama Pemkab berkomitmen memastikan subsidi energi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak,” tutup Ketua DPRD Kabupaten Belitung itu dengan nada tegas.* AS






