Sampah Meluap ke Jalan, Warga Hayati Mahim-Tanjungpandan Desak Perbaikan Drainase dan Pengelolaan Sampah

Sampah Meluap ke Jalan, Warga Hayati Mahim-Tanjungpandan Desak Perbaikan Drainase dan Pengelolaan Sampah

Spread the love

 

Belitung,Wartakum7.com- Kondisi lingkungan di kawasan Hayati Mahim hingga Jalan Gajah Mada, Kabupaten Belitung, kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan usai hujan dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengendara yang melintas di jalur tersebut.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan, derasnya aliran air hujan membawa sampah dari saluran drainase hingga meluap ke ruas jalan. Beragam jenis limbah, mulai dari plastik hingga sisa organik, tampak bercampur dengan genangan air. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi ini juga memperburuk estetika kota dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

 

Situasi tersebut kerap memaksa pengendara untuk mengurangi kecepatan bahkan menghindari titik-titik tertentu yang dipenuhi sampah. Tidak jarang, manuver mendadak yang dilakukan pengendara justru berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

 

Salah seorang warga, Suryati, mengaku khawatir dengan kondisi yang terus berulang, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Ia menilai, jika tidak segera ditangani, persoalan ini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

 

“Kalau hujan seharian, bukan tidak mungkin jalan bisa tertutup sampah. Ini jelas berbahaya bagi pengguna jalan,” ujarnya.

 

Menurut Suryati, diperlukan langkah cepat dan konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah serta perbaikan drainase yang selama ini dinilai tidak berfungsi optimal.

 

“Harapannya ada keseriusan. Jangan sampai masalah ini terus berulang setiap hujan turun,” katanya.

 

Dari informasi yang dihimpun, sampah yang meluap ke jalan diduga berasal dari aktivitas Pasar Hatta yang berada tidak jauh dari lokasi. Kurangnya pengelolaan limbah pasar, ditambah dengan kondisi drainase yang tersumbat, membuat aliran air tidak berjalan lancar dan akhirnya membawa sampah hingga ke badan jalan.

 

Buruknya sistem drainase menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Saluran yang tidak berfungsi optimal menyebabkan air meluap, terutama saat curah hujan tinggi, sehingga sampah dengan mudah terbawa keluar dan menumpuk di ruas jalan.

 

Warga berharap adanya pembenahan sistem secara menyeluruh, termasuk evaluasi pengelolaan sampah di kawasan pasar serta perbaikan infrastruktur drainase. Mereka juga menaruh harapan besar pada peningkatan kinerja pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar persoalan ini dapat segera ditangani secara efektif.

 

Masalah sampah yang tidak tertangani dengan baik tidak hanya merusak wajah kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Lingkungan yang kotor berisiko menjadi sumber penyakit, sementara kondisi jalan yang tertutup sampah dapat memicu kecelakaan.

 

Dengan kondisi yang terus berulang, warga menilai diperlukan langkah strategis dan berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sementara. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman bagi seluruh warga Tanjungpandan.*Koko