Mojokerto, wartakum7.com. – Upaya membangun generasi muda yang berkarakter kuat tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, menggelar kegiatan STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja) Tahun 2026 dengan menghadirkan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXX Kodim 0815, Ny. Anjani Abi Swanjoyo, sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang berlangsung di Balai RW Tengger, Jalan Tengger V Nomor 11, Sabtu (30/05/2026), ini dihadiri perwakilan kader motivator Kelurahan Wates diikuti para remaja anak sekolah didampingi orang tua serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap tumbuh kembang anak khususnya usia remaja.
Dalam pemaparannya, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXX Kodim 0815, Ny. Anjani Abi Swanjoyo, yang juga berprofesi sebagai praktisi psikologi, menyampaikan materi bertema “Peran Orang Tua Dalam Menguatkan Karakter Remaja (Komunikasi Efektif) Dan Tips Menjadi Remaja Berkarakter Hebat”. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.
Menurutnya, orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Sikap, perilaku, dan kebiasaan yang ditunjukkan orang tua setiap hari akan menjadi contoh yang secara langsung ditiru oleh anak-anak mereka. Oleh karena itu, keteladanan menjadi kunci utama dalam membangun karakter remaja yang positif.
“Anak lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat dibandingkan dari apa yang mereka dengar. Karena itu, orang tua harus menjadi teladan dalam bersikap, bertutur kata, dan bertindak”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Ny. Anjani menjelaskan pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan remaja. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, orang tua dituntut untuk tidak hanya menjadi pemberi nasihat, tetapi juga pendengar yang baik bagi anak-anak mereka.
Ia mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu mendengarkan keluh kesah anak tanpa menghakimi, membangun komunikasi dua arah, serta menghindari kebiasaan membanding-bandingkan anak dengan orang lain. Menurutnya, komunikasi yang hangat dan terbuka akan menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Ny. Anjani juga mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami karakteristik perkembangan remaja agar dapat memberikan pendampingan yang tepat.
Selain komunikasi, ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta rasa hormat kepada orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, akan menjadi bekal penting bagi remaja dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menanggapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, Ny. Anjani juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak dalam penggunaan media sosial dan internet. Ia menilai pengawasan yang efektif bukan sekadar membatasi penggunaan gawai, melainkan membangun kesadaran digital yang sehat agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Menutup penyampaiannya, Ny. Anjani Abi Swanjoyo menegaskan bahwa keberhasilan membentuk karakter remaja tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari keluarga.
“Anak-anak hebat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika orang tua hadir dengan kasih sayang, komunikasi yang baik, dan keteladanan, maka akan tumbuh remaja yang berkarakter, berprestasi, serta mampu menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif dan komunikatif ini diharapkan dapat memberi pemahaman para orang tua akan peran strategis mereka d






