Pertalite Langka, Warga Belitung Terpaksa Beralih ke Pertamax mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter 

Pertalite Langka, Warga Belitung Terpaksa Beralih ke Pertamax mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter 

Spread the love

 

 

BELITUNG, Wartakum7.com- Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir membuat BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi pilihan warga Kabupaten Belitung, meski terpaksa.

Di sejumlah SPBU Tanjungpandan, antrean kendaraan mengular panjang. Sementara stok Pertalite di kios eceran kosong. Kondisi ini memaksa warga beralih ke Pertamax meski harganya mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter dieceran.

“Udah muter-muter cari Pertalite di kios nggak ada. Di SPBU antreannya panjang banget. Akhirnya mau nggak mau isi Pertamax Rp20.000. Kalau nggak diisi, motor nggak bisa jalan buat cari nafkah,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya itu, Minggu 13 Juli 2026 malam.

Hal senada disampaikan pengendara di Tanjungpandan. “Pilihan kita cuma dua, antre berjam-jam atau beli Pertamax yang mahal. Untuk ojek dan UMKM kayak kami, ini berat banget,” katanya.

Kelangkaan Pertalite juga berdampak ke kios eceran. Sejumlah pemilik kios mengaku berhenti menjual karena harga beli dari pengerit sudah terlalu tinggi.

“Saya tidak jual lagi Pak. Kita beli dari pengerit pakai jerigen 18 liter sudah Rp225.000. Mau jual berapa ke warga? Kasihan juga,” ujar Harno, pemilik kios eceran.

Pantauan media ini, ada beberapa kios eceran yang buka dan langsung diserbu pengendara sepeda motor maupun mobil. Namun kekecewaan muncul ketika yang tersedia ternyata Pertamax, bukan Pertalite. Ada warga yang hanya beli seliter, dan ada juga yang batal membeli karena isi kantong tidak mencukupi.

Menindaklanjuti keluhan warga, Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah, S.Sos. menyatakan akan memanggil pihak Pertamina untuk mengevaluasi distribusi BBM subsidi di daerah.

“Kami menerima banyak laporan. BBM subsidi ini hak masyarakat kecil, ojek, nelayan, pelaku tambang rakyat dan UMKM. Jangan sampai karena langka dan mahal, mereka tidak bisa merasakan subsidi,” tegas Bupati melalui pesan WhatsApp.

Bupati meminta Pertamina segera menambah pasokan dan memperketat pengawasan agar distribusi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pengerit.

Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Satgas Pangan dan aparat kepolisian juga akan melakukan sidak ke SPBU dan kios eceran untuk memastikan penyaluran sesuai aturan.

Menanggapi hal ini, salah seorang pengerit menyatakan kelangkaan terjadi karena adanya pengurangan pasokan dari Pertamina ke setiap SPBU.

“Ada pengurangan dari Pertamina ke setiap SPBU. Jadi jangan salahkan kami saja,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap Pertamina segera menormalkan stok Pertalite agar warga tidak lagi terbebani membeli BBM non-subsidi.*AS