BELITUNG, WartaKum7.com– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Belitung bergerak cepat merespons laporan hilangnya penanda alur laut di perairan Kabupaten Belitung.
Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan keselamatan pelayaran dan mencegah terjadinya kecelakaan kapal dan perahu nelayan di alur masuk pelabuhan.
Kepala KSOP Kelas IV Belitung, Bambang Candra, SE., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari nelayan dan nahkoda kapal terkait beberapa buoy penanda alur yang hilang atau bergeser akibat cuaca dan arus laut.
“Begitu menerima laporan, tim kami langsung melakukan survei ke lapangan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama. Penanda alur yang hilang harus segera ditangani agar kapal dan perahu nelayan yang melintas tidak salah jalur,” ujar Bambang Candra, SE., M.M., Selasa 14 Juli 2026.
Untuk mempercepat penanganan, KSOP Belitung berkoordinasi dengan Distrik Navigasi Kelas II Tanjung Pandan selaku pihak yang berwenang dalam pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP).
Hasil koordinasi tersebut, proses pemasangan ulang dan perbaikan buoy penanda alur akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Distrik Navigasi. Mereka akan menurunkan tim dan peralatan untuk memasang kembali buoy yang hilang serta mengecek kondisi SBNP lainnya di sekitar alur pelayaran,” jelasnya.
Sementara perbaikan akan segera dilakukan, KSOP Belitung mengimbau kepada seluruh nahkoda kapal, nelayan, dan pengguna pelayaran agar lebih berhati-hati saat melintas di alur tersebut.
“Kami minta seluruh kapal melintas dengan kecepatan aman dan mengikuti panduan petugas. Jangan sampai karena kelalaian terjadi insiden yang tidak kita inginkan,” imbaunya.
KSOP Belitung juga membuka posko pengaduan jika masyarakat menemukan kerusakan atau hilangnya sarana bantu navigasi di wilayah perairan Belitung.
“Kami harap masyarakat, terutama pelaut dan nelayan, ikut aktif melaporkan jika melihat SBNP rusak atau hilang. Ini demi keselamatan kita bersama,” tutup Bambang.
Dukungan juga datang dari unsur masyarakat maritim. Ketua Forum Nelayan Baro (FNB), Erwin, menyampaikan titik-titik buoy yang hilang berdasarkan laporan di lapangan.
“Kita selalu siap apabila KSOP Kelas IV Belitung butuh bantuan kita,” ujar Erwin saat menghadiri acara di Ruang Rapat PT Pelabuhan Indonesia Persero Regional 2 Tanjungpandan.
Hal senada juga disampaikan Ketua GPJS Belitung, Indra. “Kita siap untuk membantu apabila KSOP Belitung membutuhkan kita,” ujar Indra, Selasa 14 Juli 2026.*AS





