Belitung, Wartakum7.com – Kepuasan terpancar dari wajah Juragan Akbar, nahkoda kapal yang membawa rombongan Komunitas Grop Pancing Joran Sintak (GPJS) Belitung dalam trip “Mancing Jilid 3”. Trip yang berlangsung selama satu hari penuh di perairan Belitung itu menutup dengan hasil tangkapan melimpah dan kepuasan seluruh peserta.
Bagi seorang juragan, keberhasilan sebuah trip bukan hanya diukur dari jumlah ikan, tetapi juga dari keamanan, kekompakan, dan kepuasan angler di atas kapal. Ketiga indikator itu, menurut Akbar, terpenuhi semua pada pelayaran kali ini.
Juragan Akbar mengaku ini merupakan salah satu trip terbaik yang ia nahkodai sepanjang 2026.
“Alhamdulillah, saya sangat puas dengan hasil pancingan GPJS Belitung kali ini. Laut bersahabat, cuaca mendukung, dan yang paling penting, semua angler pulang dengan senyuman. Ada kakap monster naik, cumi-cumi pisang melimpah, ikan seminyak, ikan putih, sampai ikan karang yang bervariasi,” ujar Akbar saat sandar di Pelabuhan Baro, Jumat 3 Juli 2026 sore.
Ia menambahkan, momen joran melengkung tajam karena perlawanan kakap raksasa menjadi tontonan paling menegangkan sekaligus membanggakan di atas kapal. “Begitu spool berbunyi dan ikan naik ke perahu, semua teriak. Itu bukti laut Belitung masih kaya,” katanya.
Keberhasilan trip ini tidak lepas dari sinergi antara peserta, Anak Buah Kapal (ABK), dan Juragan. GPJS Belitung dikenal sebagai komunitas yang disiplin, mengikuti arahan titik rumpon, dan menjaga ketertiban di kapal.
“Kami dari pihak kapal hanya menyiapkan armada dan pengalaman. Tapi kalau anglernya kompak, tidak ribut, dan saling bantu saat strike, hasilnya pasti maksimal. GPJS memang beda,” puji Akbar.
Ketua GPJS Belitung, Indra, juga menyampaikan apresiasi kepada Juragan Akbar dan seluruh ABK. “Terima kasih Juragan Akbar sudah membawa kami ke spot yang tepat dan aman. Tanpa arahan beliau, kami tidak akan dapat monster kakap itu,” ucap Indra.
Selain hasil melimpah, GPJS Belitung kembali menunjukkan komitmen menjaga ekosistem laut. Sepanjang perjalanan, anggota komunitas aktif memungut sampah plastik yang mengapung di sekitar rumpon dan kapal.
“Juragan Akbar juga mendukung. Setiap ada sampah, kami minta ABK bantu kumpulkan. Nanti dibuang di darat. Laut kasih kita rezeki, kita jaga balik lautnya,” jelas Indra.
Juragan Akbar menyambut baik budaya tersebut. “Ini yang saya suka dari GPJS. Mancing ya mancing, tapi laut tetap dijaga. Kalau semua komunitas begitu, nelayan dan wisata bahari Belitung akan terus hidup,” tegasnya.
Trip GPJS Belitung turut menggerakkan ekonomi lokal. Mulai dari sewa kapal, konsumsi ABK, pembelian umpan, hingga jasa dokumentasi. Juragan Akbar menilai kegiatan komunitas seperti ini membantu mempromosikan Belitung sebagai destinasi sport fishing.
“Pemancing dari luar daerah mulai banyak yang tanya jadwal. Kalau terus konsisten, Belitung bisa jadi rujukan mancing kakap dan jigging di Bangka Belitung,” kata Akbar optimis.
Menutup keterangannya, Juragan Akbar berharap kolaborasi dengan GPJS Belitung terus berlanjut. Ia juga mengajak komunitas lain untuk meniru kedisiplinan dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan GPJS.
“Saya puas. Mudah-mudahan di Jilid 4 nanti kita bisa ketemu monster yang lebih besar lagi. Yang penting, selamat berangkat, selamat pulang, laut tetap bersih,” tutup Juragan Akbar dengan senyumsimpulnya.*AS





