Kekayaan Laut Belitung Tak Diragukan, Komunitas Pemancing GPJS Berhasil Kumpulkan Ikan Ratusan Kilogram 

Kekayaan Laut Belitung Tak Diragukan, Komunitas Pemancing GPJS Berhasil Kumpulkan Ikan Ratusan Kilogram 

Spread the love

 

 

Belitung, Wartakum7.com – Komunitas pemancing Grup Pancing Joran Sintak (GPJS) Belitung berhasil mengakhiri trip mancing bahari dengan hasil memuaskan. Rombongan GPJS mengumpulkan ikan ratusan kilogram dari perairan Laskar Pelangi pada Minggu 14 Juni 2026.

 

Keberangkatan dimulai siang dari Pelabuhan Pasar Ikan Tanjungpandan menuju spot-spot andalan seperti Pulau Lima, Tanjung Kelayang, hingga Pulau Lengkuas. Berbagai teknik jigging, popping, casting, hingga dasaran digunakan angler GPJS untuk menaklukkan predator laut Belitung.

 

Indra, pendiri sekaligus Ketua GPJS Belitung, menyebut hasil ini bukti nyata potensi wisata pancing bahari Belitung. “Laut Belitung tidak bohong. Air jernih, karang terjaga, dan populasi ikan predator seperti giant trevally GT, barakuda, kerapu, ikan merah, dan tenggiri masih melimpah,” jelasnya usai trip.

 

Selain berburu strike, kegiatan ini sekaligus jadi ajang silaturahmi antar anggota GPJS dan pemancing lokal. Pemancing lokal berbagi ilmu soal titik makan ikan, karakter arus, pasang surut, dan cara menjaga keselamatan di laut.

 

“Trip ini membuktikan kolaborasi pemancing lokal bikin hasil maksimal dan perjalanan lebih aman. Harapan kami ke depan lahir event mancing skala lebih besar di Belitung,” tambah Indra.

 

Melky, Wakil Ketua GPJS Belitung, mengapresiasi kekompakan peserta. “Semua anggota siap perlengkapan, hasilnya memuaskan. Tidak ada alasan kecewa karena kurang siap alat,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Yayan, pemilik perahu yang digunakan GPJS, memastikan logistik berjalan lancar. “Bahan bakar, es batu, semua aman. Tinggal fokus ke spot-spot andalan Laskar Pelangi saja dan hasilnya terbukti memuaskan,” kata Yayan kepada media ini, Minggu 14 Juni 2026 sore.

 

GPJS berharap hasil trip ini memicu lahirnya event mancing skala lebih besar di Belitung. Dengan promosi tepat, wisata pancing bahari bisa jadi alternatif ekonomi baru masyarakat pesisir tanpa merusak ekosistem laut tentunya.*Koko