Tekan Anemia dan Bahaya Rokok, Prajasatria Bekali Remaja untuk Wujudkan Generasi Sehat

Tekan Anemia dan Bahaya Rokok, Prajasatria Bekali Remaja untuk Wujudkan Generasi Sehat

Spread the love

 

Mojokerto, wartakum7.com. – Upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan dan gizi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Salah satunya melalui Program Remaja Sehat Cegah Rokok dan Anemia (Prajasatria) yang menyasar kalangan pelajar.

Kali ini, kegiatan edukasi Prajasatria tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jum’at, (18/9) pagi, dengan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, sekaligus Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda GenRe Shofiya mengajak para pelajar memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja. Menurutnya, masa remaja merupakan fase pertumbuhan yang sangat pesat sekaligus menjadi tahap penting dalam mempersiapkan kesehatan generasi penerus di masa mendatang.

“Usia remaja adalah masa pertumbuhan yang sangat pesat. Dengan menjaga kesehatan dan gizi remaja hari ini, kita sedang mempersiapkan generasi yang sehat sekaligus turut memutus rantai stunting untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, remaja rentan menghadapi berbagai persoalan kesehatan dan gizi, mulai dari kegemukan, Kurang Energi Kronis (KEK), kekurangan zat gizi mikro, hingga anemia. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Shofiya juga mengingatkan pentingnya kecukupan protein, vitamin, kalsium, serta zat besi melalui konsumsi makanan bergizi seperti telur, ikan, ayam, tempe, sayuran, buah-buahan, susu, dan sumber pangan lainnya. Pemenuhan tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip gizi seimbang dan panduan ‘Isi Piringku’.

Khusus dalam pencegahan anemia, remaja putri juga didorong untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran. Konsumsi TTD dianjurkan bersama air putih atau air jeruk untuk membantu penyerapan zat besi, serta tidak bersamaan dengan teh, kopi, maupun susu yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

“Bagi remaja putri yang tidak mengalami anemia, dianjurkan mengonsumsi satu Tablet Tambah Darah setiap minggu selama satu tahun atau sebanyak 52 tablet,” jelasnya.

Selain persoalan anemia, edukasi Prajasatria juga menekankan pentingnya menjauhkan diri dari rokok. Para pelajar diingatkan bahwa rokok maupun rokok elektrik atau vape tetap memiliki risiko terhadap kesehatan karena mengandung nikotin dan berbagai bahan kimia yang dapat membahayakan tubuh.

Shofiya menyampaikan, nikotin dapat menyebabkan kecanduan, sementara tar bersifat karsinogenik dan karbon monoksida dapat mengganggu kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Menurutnya, upaya membangun generasi sehat tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi, tetapi juga dengan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia muda. Remaja dapat mengambil peran melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), konsumsi makanan bergizi seimbang, pencegahan anemia, serta menjauhkan diri dari paparan rokok.

“Melalui Program Prajasatria, mari kita bersama-sama mewujudkan remaja yang sehat, bebas anemia, dan bebas dari rokok. Langkah yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk melahirkan generasi masa depan yang unggul, cerdas, dan bebas stunting,” tandasnya. ( END ).