Mojokerto – wartakum7.com | Untuk memberikan pemahaman dan wawasan mengenai ketentuan di bidang cukai dan penegakan hukum, Pemkab Mojokerto melalui Satuan Polisi Pamong Praja menggelar sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai pada Duta Pancasila (Purna Paskibraka) Kabupaten Mojokerto. Sosialisasi digelar di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kamis (17/9) pagi.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, pada sesinya mengungkapkan bahwa secara terfokus, sosialisasi ini juga bermaksud untuk mendukung pemberantasan peredaran barang kena cukai ilegal. Oleh karena itu para Duta Pancasila turut dilibatkan dan diedukasi terkait be cukai dan hukum, agar mereka mampu menjadi kader dalam memotong mata rantai barang dengan cukai ilegal seperti rokok ilegal.
“Dari pemahaman yang baik, masyarakat termasuk (Duta Pancasila) dapat ikut menjaga agar peredaran barang kena cukai berjalan sesuai dengan ketentuan, Termasuk rokok ini adalah salah satu barang yang kena cukai,” jelas Muhammad Albarraa.
Masih pada sesi yang sama, Gus Bupati sapaan Bupati Mojokerto, membeberkan bahwa kepatuhan daerah dalam menjalankan regulasi yang berlaku adalah demi kebaikan seluruh masyarakat. Termasuk pada bidang cukai ini, yang turut membantu pendapatan daerah dan negara dalam hal pembangunan. Selain itu, maraknya barang kena cukai ilegal juga berdampak negatif pada ekosistem perdagangan barang kena cukai dan berpotensi merugikan negara.
“Kita ingin Kabupaten Mojokerto menjadi daerah yang tertib dalam menjalankan aturan, masyarakatnya memahami ketentuan, dunia usaha dapat berkembang secara sehat, dan penerimaan negara dan penerimaan negara tetap terjaga. Kepatuhan terhadap aturan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepentingan masyarakat,” bebernya.
Senada dengan kalimat Gus Bupati, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mojokerto, Mohammad Taufiqurrohman, pada sesi laporannya menjelaskan terkait kesinambungan antara nasionalisme dan kepatuhan bea dan cukai. Ia mengatakan bahwa penyelewengan regulasi oleh oknum barang cukai ilegal merupakan hal yang turut mencederai usaha pembangunan pemerintah.
“(Tujuan sosialisasi pada Duta Pancasila) adalah untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan bela negara dari sisi ekonomi, Karena sesungguhnya penerimaan cukai rokok ini memang diperuntukkan untuk kontribusi negara untuk pembangunan kesehatan dan dana bagi hasil daerah, Kalau peredaran rokok ilegal marak, tentunya negara akan menjadi rugi, dan artinya sama saja dengan mengkhianati negara,” ujar Kastpol-PP itu.
Jalannya sosialisasi berjalan cukup interaktif dengan adanya materi-materi yang menambah pengetahuan para eks. Pengibar Bendera Pusaka tersebut. Untuk materi pengetahuan yang diberikan berasal dari berbagai narasumber yaitu dari Polres Mojokerto, Bea Cukai, Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, hingga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. (END).






