Bupati Mojokerto, Muhammad Al-Barra, resmi memberangkatkan 30 peserta didik baru Sekolah Rakyat jenjang kelas VII SMP untuk tahun ajaran 2026/2027. Acara pelepasan dan pemberangkatan rombongan siswa beserta keluarga pendamping ini berlangsung khidmat di Pendopo Graha Maja Tama, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/6) pagi.
Gus Bupati, sapaan Bupati Muhamm Albarraa juga memimpin langsung prosesi tersebut dan memberikan masukan motivasi bagi para siswa. Ia berharap agar para penerus bangsa yang diberangkatkan hari itu agar bisa menyerap ilmu dan pengalaman semaksimal mungkin.
“Selamat menempuh perjalanan, selamat belajar, jaga kesehatan, jaga nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto. Raihlah prestasi setinggi-tingginya sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Gus Bupati.
Gus Bupati kemudian secara resmi melepas keberangkatan rombongan menuju lokasi belajar yang baru dengan mengeluarkan nama bacaan basmalah.
“Akhirnya dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, peserta didik baru Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto tahun ajaran 2026-2027 menuju Sekolah Rakyat di Kota Kediri secara resmi saya berangkatkan,” tegas Bupati Mojokerto.
Ke-30 siswa asal Kabupaten Mojokerto tersebut untuk sementara waktu akan dititipkan dan mengenyam pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Kota Kediri. Langkah ini diambil karena gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto saat ini masih dalam proses usulan pembangunan, setelah sebelumnya sukses menjalankan Pilot Project rintisan 1A di SMP Negeri 15 Ngadek.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, melaporkan bahwa batasan kuota ini menyesuaikan dengan regulasi pusat.
“Sesuai dengan Arah surat yang kami terima dari Kementerian Sosial, kami Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendapat kuota sebanyak 30 peserta didik untuk jenjang SMP yaitu kelas VII SMP,” lapor Try Raharjo yang juga merupakan perwakilan panitia dalam laporannya.
Seluruh peserta didik yang terpilih telah melalui proses rekrutmen ketat melalui aplikasi ‘Setara’ yang disinkronisasikan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) agar tepat sasaran bagi warga yang benar-benar tidak mampu. Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto juga memastikan bahwa para siswa nantinya akan kembali ke daerah asal setelah fasilitas siap.
“Jika Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Mojokerto sudah terbangun, sekalian menginformasikan ke keluarga, jadi nanti yang dititipkan di Kediri ini akan ditarik kembali ke Sekolah Rakyat yang sudah permanen di Kabupaten Mojokerto,” tambah Kepala Dinsos itu.
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden RI, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memfasilitasi seluruh akomodasi keberangkatan. Para siswa dan satu orang perwakilan keluarga yang mendampingi difasilitasi bus transportasi gratis dari Dinas Perhubungan (Dishub) hingga ke Kota Kediri.( END ).






