Forkopimda Jawa Timur Pantau Pos Sekat PPST. 

Spread the love

Forkopimda Jawa Timur Pantau Pos Sekat PPST. 

Mojokerto | Wartakum7.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, serta Plh. Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Cahyono, memantau pos penyekatan wilayah PPKM darurat di Kabupaten Mojokerto, tepatnya Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), Sabtu (10/7) siang.

Dengan didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Dandim 0815 Letkol Inf Beni Asman serta Danyonif Para Raider 503/Mayangkara Letkol Inf Roliyanto, gelar pemantauan ini berhasil menjaring beberapa pengendara pelanggar ketentuan PPKM darurat.

Seperti tidak memiliki bukti izin perjalanan, tidak punya bukti telah divaksin, maupun tidak mampu menunjukkan keterangan hasil swab negatif Covid-19. Mereka yang tidak dapat memenuhi syarat-syarat tersebut, langsung diminta untuk putar balik. Sedangkan untuk kendaraan pengangkut logistik pangan, dapat melanjutkan perjalanan karena termasuk sektor esensial.

“Kami dapatkan data masih banyak kendaraan yang lalu-lalang di Kabupaten Mojokerto, jadi kami cek langsung. Ada beberapa perhatian kami yakni kendaraan roda dua, roda empat, pick up dan truk. Kami minta  agar dapat menunjukan semua keterangan. Untuk truk pengangkut logistik, diatur supaya lewat tol. Jalan arteri seperti ini, khusus untuk kendaraan pribadi. Nanti ada pengaturan waktu dan tempatnya,” kata Kapolda Jawa Timur.

Menambahkan Kapolda, Pangdam V/Brawijiaya juga menyampaikan bahwa vaksinasi di Jawa Timur, akan terus digenjot hingga 300 ribu per hari. Pangdam yakin jika target vaksinasi terus terpenuhi secara konsisten, herd immunitumy akan segera bisa dicapai.

“Pemerintah Pusat menargetkan Jawa Timur bisa vaksin 300 ribu perhari. Dari itu, kita bagi untuk 38 Kab/Kota beserta jumlah penduduk. Kalau dibagi, Kabupaten Mojokerto bisa sekitar 6.000 vaksin per hari. Kalau vaksinasi bagus, Insyallah Jawa Timur bisa herd immunity dan berhasil mengendalikan Covid-19,” kata Pangdam V/Brawijiaya.

Di sisi lain, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turut melaporkan perkembangan bed isolasi pasien Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, dari semula 300 menjadi 500 bed saat ini. ( END ).