Mojokerto, wartakum7.com. – Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barraa Lc. M.Hum. mendampingi Menteri Kebudayaan RI Prof. Fadli Zon MSc. untuk peletakan batu pertama revitalisasi maseum Majapahit, juga disaksikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspita serta Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan Tradisi Kementrian Kebudayaan Dr. Restu Gunawan, M. Hum di Museum Majapagar, jalan Pendopo Agung desa Trowulan Mojokerto, minggu pagi ( 13/09/2026 ).
Kami atas nama Pemerintahan Mojokerto menyambut baik dan bersyukur atas dipilihnya Museum Majapahit di Trowulan ini sebagai lokus Revitalisasi pada tahun 2026. Bagi Kabupaten Mojokerto hal ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pelestarian kawasan sejarah Majapahit yang selama ini menjadi bagian dari indetitas daerah.
Karena itu keberadaan museum Majapahit di Trowulan perlu terus dipetkuat Museum ini menjadi tempat untuk merawat koleksi, mendokumentasikan peninggalan serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah Majapahit secara dekat,” Ungkapnya.
Sebagai daerah yang menjadi lokasi berbagai peninggalan Majapahit Kabupaten Mojokerto memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keberadaan dan kelestarian kawasan ini.
Namun pelestarian kawasan sejarah tentu membutuhkan kerja bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Mojokeeto, masyarakat, pelaku budaya, dunia pendidikan serta berbagai pihak perlu terus membangun seperti dalam menjaga Trowulan.
Oleh karena itu Revitalisasi Museum Majapahit ini kami pandang sebagai langkah untuk memastikan agar pengetahuan tentang sejarah tersebut tetap dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap mendukung sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Revitalisasi Musuem Majapahit serta pengembangan kawasan sejarah Trowulan,” pungkasnya.
fadli Zon menegaskan, museum yang berdiri di kawasan pusat peninggal Majapahit harus mampu menggambarkan kebesaran perandaban yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Nurantara.
Menurut Fadli Museum Majapahit merupakan bagian dan transformasi Pusat Informasi Majapahit. Konsep baru museum akan dibuat lengkap, modern dan mampu membawa pengunjung memahami perjalanan Majapahit secara untuh.
Fadli Zon bahkan meminta aspek ramah lingkungan menjadi perhatian sejak awal. Pemanfaatan energi surya, misalnya dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung efesiensi dan keberlanjutan operasi museum.
“Sedangkan untuk desainnya harus menyatu dengan alam. Mungkin bisa dipikirkan menggunakan tenaga surya sehingga ke depan maintenance tidak terlalu besar, ” katanya.
Fadli Zon ingin Museum Majapahit memiliki peran yang jauh lebih besar. Museum menurutnya harus terhubung dengan aktivitas seni, budaya, kuliner dan ekonomi kreatif di sekitarnya. Dengan begitu, kawasan Trowulan tidak hanya menjadi lokasi wisata sejarah, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis budaya.
“Jadi museum tidak sekedar etalase budaya Museum bisa menjadi sumber penghasilan, menjadi nadi destinasi wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner dan lainya, “ujarnya.
Ia bahkan menyebut kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi ” Museum Agung Majapahit ” sekaligus kantong budaya yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.
“Ini juga akan menhidupkan perekonomian Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Karena itu kita harus menjadikan kawasan sekitar Majapahit sebagai satu ekosistem yang hidup, ” tutupnya
Dalam acara ini di hadiri Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan M. Hum, Penasehat Menteri Kebudayaan Bidang Pengembangan Stratesi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum Putu Supadma Rudana B. Se. MBA, Forkopimda Jawa Timur atau yang mewakili, Bupati Jombang diwakilkan staf Ahli Bidang Keusngan, Ekonomi dan Pembangunan, Forkopinda Kabupaten Mojokerto, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Forkopimca Trowulan, Kepala Desa Trowulan, Para Budayawan, Sejarawan, Pemerhati Kebudayaan serta seluruh undangan. ( END/ADV ).






