Beltim, Wartakum7.com– Dalam rangka mengamankan Objek Vital Nasional / Obvitnas, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan / Yonif TP 845/Ksatria Satam bersama Kodim 0414/Belitung menyiagakan personel di sejumlah titik PT Timah Tbk, Belitung Timur. Langkah ini diambil menyusul terjadinya aksi unjuk rasa masyarakat penambang timah yang berlangsung di kawasan perusahaan.
Pengamanan dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta melindungi aset negara agar situasi tetap kondusif.
Aksi unjuk rasa berlangsung pada Jumat / 7 Agustus 2026. Aksi dipicu belum diterbitkannya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya / RKAB PT Timah untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur. Kondisi itu berdampak pada terhambatnya penyerapan hasil produksi bijih timah masyarakat melalui CV Mitra resmi PT Timah, sehingga pembayaran imbal jasa kepada penambang mengalami keterlambatan.
Ribuan masyarakat penambang menyampaikan aspirasi di Kantor Wastam PT Timah dan Gudang Bijih Timah / GBT Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Dalam perkembangannya, aksi mengalami eskalasi hingga mengakibatkan kebakaran di area Kantor Wastam PT Timah dan meningkatnya potensi gangguan keamanan di sekitar obvitnas perusahaan.
Menyikapi situasi tersebut, Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, memerintahkan Komandan Kodim 0414/Belitung, Letkol Inf Rahman Safi’i Tanjung, dan Komandan Yonif TP 845/Ksatria Satam, Letkol Inf Barlian Prabowo, untuk segera mengambil langkah pengamanan guna mencegah meluasnya gangguan serta meminimalkan kerugian terhadap aset negara dan masyarakat.
Menindaklanjuti perintah, Yonif TP 845/Ksatria Satam mengerahkan personel untuk mengamankan kawasan GBT Gantung PT Timah atas permintaan perusahaan. Pengamanan Obvitnas ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang / OMSP sesuai ketentuan tugas TNI.
Dalam bertugas, personel Yonif TP 845/Ksatria Satam bersama Kodim 0414/Belitung mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Hal itu sesuai arahan Danrem 045/Garuda Jaya agar hak masyarakat menyampaikan pendapat tetap dihormati dan situasi keamanan tetap terjaga.
Pasca aksi, Kodim 0414/Belitung bersama Yonif TP 845/Ksatria Satam tetap menyiagakan personel di sejumlah obvitnas PT Timah di wilayah Belitung dan Belitung Timur, meliputi GBT Gantung dan 15 Stasiun Pengumpul / STP PT Timah. Langkah ini sebagai upaya preventif mencegah gangguan lanjutan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan pekerja.
Komandan Kodim 0414/Belitung, Letkol Inf Rahman Safi’i Tanjung, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas keamanan dan mengedepankan penyelesaian masalah melalui dialog konstruktif.
“Keamanan dan ketertiban merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat maupun pembangunan daerah,” ujarnya.
Yonif TP 845/Ksatria Satam dan Kodim 0414/Belitung menegaskan komitmen bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, PT Timah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan obvitnas serta menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.*AS



