Tak Kenal Pensiun, Kakek 74 Tahun Mantan Kuli Sagu di Belitung Sukses Buka Usaha Sendiri

Tak Kenal Pensiun, Kakek 74 Tahun Mantan Kuli Sagu di Belitung Sukses Buka Usaha Sendiri

Spread the love

 

Belitung, Wartakum7.com – Usia hanyalah angka. Pepatah itu dibuktikan Masudi (74) atau akrab disapa Sugex, warga asal Pangkal Balam, Bangka Belitung.

Setelah lebih dari 40 tahun menjadi kuli sagu dengan upah harian tak seberapa, di masa senjanya ia memberanikan diri membuka usaha pengolahan sagu miliknya sendiri, di Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Jika kebanyakan orang di usianya memilih menikmati masa tua dengan beristirahat, tidak dengan Sugex. Semangatnya justru semakin membara untuk mandiri.

“Dulu saya kuli sagu, Pak. Ikut orang. Dibayar harian. Kalau tidak ada yang nyuruh, ya tidak ada uang,” cerita Sugex dengan logat Belitong yang kental, Jumat (26/09/2026).

Panas, gatal, dan lelah memikul batang sagu, memarut hingga memeras pati sudah menjadi santapan sehari-hari. Namun keahlian yang dipupuk puluhan tahun itu justru menjadi modal berharganya.

Berbekal tabungan seadanya dan tekad yang kuat, ia memutuskan untuk tidak lagi menjadi kuli, melainkan menjadi bos untuk dirinya sendiri.

Dengan peralatan sederhana di halaman rumahnya, ia mulai mengolah sagu. Mulai dari mencari bahan baku, mengolah menjadi tepung sagu basah dan kering, hingga memasarkannya ke warung-warung dan pembuat kue tradisional di wilayah Tanjungpandan dan Sijuk.

Meski masih berskala rumahan, hasilnya cukup untuk menghidupi keluarga dan bahkan membuka lapangan kerja bagi tetangga sekitar.

“Umur sudah 74 tahun, tapi kalau masih bisa bergerak, kenapa harus meminta-minta. Selagi tangan dan kaki masih kuat, kita harus berusaha. Malu sama yang di atas kalau malas,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini sagu olahannya dikenal berkualitas karena diolah secara tradisional dengan pengalaman puluhan tahun. Pelanggan pun mulai berdatangan.

Terkait usahanya, Sugex mengaku tempat usahanya sempat didatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung untuk pembinaan terkait perizinan lingkungan usaha.

Ia pun menyambut baik pembinaan tersebut dan berkomitmen akan segera melengkapi perizinan yang dibutuhkan.

“Terima kasih atas binaannya, saya akan segera mengikuti perizinan apa saja yang diperlukan untuk usaha sagu saya ini,” ucap Sugex.

Kisah Sugex menjadi bukti nyata bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai usaha. Dari seorang kuli, kini ia menjadi juragan sagu di masa senjanya.*Red