Belitung, Wartakum7.com – Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia PWI Kabupaten Belitung menjajaki kerja sama produktif bersama PT Timah Tbk Area Belitung. Penjajakan dilakukan lewat agenda coffee morning bertempat di Kongdjie Billiton Jalan Gegedek, Tanjungpandan Belitung, yang mana sekaligus menjadi ajang silaturahmi pertama antara jajaran pengurus PWI Belitung periode terbaru dengan manajemen PT Timah.
Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kemitraan yang selama ini sudah terjalin baik antara insan pers Belitung dan BUMN tambang timah. Kemitraan tidak hanya sebatas pemberitaan, tapi merambah ke sektor ekonomi produktif.
Dalam coffee morning tersebut, manajemen PT Timah Area Belitung memaparkan sejumlah peluang kerja sama yang bisa dikembangkan ke depan. Tiga bidang utama yang disorot.
1. Reklamasi Lahan, Pelibatan koperasi PWI dalam program reklamasi pascatambang sebagai bentuk kontribusi nyata wartawan terhadap lingkungan.
2. Pengelolaan Lahan Eks Tambang. Optimalisasi lahan PT Timah yang sudah tidak produktif untuk kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan, atau ekowisata.
3. Pengembangan Usaha Non-Tambang. Pembukaan unit usaha koperasi di luar sektor pertambangan seperti perdagangan, jasa, agribisnis, hingga ekonomi kreatif yang dikelola anggota PWI.
Menyambut peluang tersebut, Ketua PWI Belitung Ali Hasmara menegaskan kesiapan organisasinya menjadi mitra strategis PT Timah. Langkah konkret yang disiapkan adalah pendirian koperasi berbadan hukum sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia KBLI yang relevan dengan bidang usaha incaran.
“Coffee morning ini bukan seremonial. Ini titik tolak PWI Belitung untuk mandiri secara ekonomi. Kami harap kemitraan dengan PT Timah lewat koperasi jadi momentum penting. Tujuannya jelas, ciptakan sumber pendanaan organisasi yang berkelanjutan, dukung semua program kerja PWI, sekaligus tingkatkan kesejahteraan dan berdayakan anggota lewat usaha produktif,” ujar Ketua PWI Belitung, Kamis 11 Juni 2026 pagi.
Senada, pihak manajemen PT Timah Area Belitung menyambut positif inisiatif PWI. Menurutnya, keterlibatan koperasi wartawan dalam program reklamasi dan pascatambang sejalan dengan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan TJSL perusahaan. “Kami terbuka berkolaborasi. Wartawan punya jaringan dan SDM yang bisa diberdayakan untuk kelola lahan eks tambang menjadi kawasan produktif,” jelasnya.
Kedua pihak sepakat membentuk tim kecil untuk menyusun roadmap kerja sama. Tahap awal fokus pada kajian kelayakan usaha, penyusunan AD/ART koperasi, serta pelatihan manajemen bagi anggota PWI yang akan terjun langsung.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan BUMN-media di daerah. Selain memberi manfaat ekonomi bagi anggota PWI Belitung, program ini juga diharapkan berdampak pada masyarakat sekitar lewat pembukaan lapangan kerja baru di lahan eks tambang yang direvitalisasi.*Koko






