Tutup Festival Budaya Lintang, Camat Simpang Renggiang dan Kepala Diskotikdansa Beltim Ikut Lempar Gasing

Tutup Festival Budaya Lintang, Camat Simpang Renggiang dan Kepala Diskotikdansa Beltim Ikut Lempar Gasing

Spread the love

 

Beltim, wartakum7.com- Camat Simpang Renggiang Adi Yusman menutup secara resmi penyelenggaraan Festival Budaya Lintang di kawasan wisata Tebat Rasau, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur.

Penutupan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskotikdansa) Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo, kepala desa dan masyarakat Desa Simpang Renggiang, Minggu 8 Oktober 2023 sore.

Adi Yusman, Camat Simpang Renggiang mengapresiasi digelarnya Festival Budaya Lintang yang telah berlangsung selama 3 hari dengan berbagai rangkaian kegiatan adat dan budaya masyarakat desa. Kegiatan tersebut yakni Kesenian Betiong Begubang, lomba masak gangan ikan darat, lomba nirok, lomba permainan tuju kumbek, lomba permainan begura dan bazar UMKM kuliner tradisional.

Ia mengatakan melalui penyelenggaraan festival ini dapat menjadi ruang aktualisasi dan pelestarian budaya tradisional serta dapat memperkenalkan kebudayaan yang ada di Desa Lintang kepada masyarakat khususnya generasi penerus.

“Festival Budaya Desa Lintang merupakan ajang promosi kekayaan budaya, pariwisata, dan potensi desa kita sehingga ke depannya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Adi.

Dalam acara penutupan tersebut Kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim, Camat Adi Yusman dan tokoh adat mengikuti permainan gasing sebagai simbolis ditutupnya kegiatan Festival Budaya Lintang.

Sementara itu, Nasidi selaku Ketua Panitia Festival Budaya Lintang menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan merupakan tradisi turun temurun masyarakat Desa Lintang. Salah satunya permainan gasing yang merupakan bagian dari kebudayaan yang perlu dilestarikan, dimana ada nilai-nilai luhur, nilai kebersamaan serta sportifitas dalam permainan gasing ini sehingga permainan  tradisional ini  harus dijaga eksistensinya.

“Saya berharap semua tetap menjaga semangat kebersamaan dengan melestarikan dan mewariskan budaya kita kepada generasi mendatang, sehingga kekayaan budaya ini tidak luntur dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kita sebagai masyarakat Belitung Timur,” ujar Nasidi.*Budi/hms