Karang Taruna Trisula Padangasri Ikuti Verifikasi Nasional 2026, Kembangkan Tiga Produk Unggulan

Karang Taruna Trisula Padangasri Ikuti Verifikasi Nasional 2026, Kembangkan Tiga Produk Unggulan

Spread the love

 

Mojokerto, wartakum7.com. – Karang Taruna Trisula Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, mengikuti verifikasi lapangan Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan mengandalkan tiga produk unggulan, yakni helm, jok, dan kopi Excelsa. Potensi usaha ekonomi produktif yang dikembangkan pemuda tersebut menjadi salah satu hal yang diperkenalkan kepada tim juri saat penyambutan di Balai Desa Padangasri, Sabtu (10/10) pagi.

Penyambutan tim juri dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, jajaran Pemerintah Kabupaten Mojokerto, serta unsur Karang Taruna. Tim penilai dipimpin Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Alla, bersama anggota dari unsur Pengurus Nasional Karang Taruna, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, akademisi, dan Kementerian Sosial.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian menyampaikan apresiasi atas capaian Karang Taruna Trisula yang berhasil mengikuti tahapan penilaian di tingkat nasional setelah menunjukkan prestasi di tingkat Kabupaten Mojokerto.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya menyampaikan selamat datang kepada tim juri di Desa Padangasri. Terima kasih atas kehadiran dan kesempatan yang diberikan kepada Karang Taruna Trisula untuk mengikuti tahapan verifikasi lapangan ini,” ujarnya.

Menurut Rizal, kehadiran tim juri tidak hanya menjadi kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi desa serta berbagai inovasi yang dikembangkan generasi muda.

“Kehadiran tim juri tentu menjadi suatu kehormatan, sekaligus kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan secara langsung potensi Desa Padangasri dan kiprah Karang Taruna Trisula sebagai salah satu Karang Taruna berprestasi di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, nama Trisula memiliki makna yang erat dengan identitas Desa Padangasri. Nama tersebut merupakan gabungan dari tiga dusun, yakni Dusun Padangan, Dusun Padangasri, dan Dusun Ngerambut.

“Trisula menjadi representasi dari persatuan, kebersamaan, dan kekuatan pemuda dari seluruh wilayah desa dalam satu wadah organisasi. Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui slogan BERKAT, yaitu Berkarya, Kreatif, Agamis, dan Tanggung Jawab,” jelasnya.

Menurutnya, filosofi tersebut bukan sekadar nama dan slogan, melainkan nilai yang perlu diwujudkan dalam aktivitas organisasi dan kehidupan bermasyarakat. Pemuda diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi tanpa meninggalkan tanggung jawab serta landasan moral.

“Ada nilai yang ingin dibangun di dalamnya, yaitu bagaimana anak-anak muda Desa Padangasri dapat berkarya dan berinovasi, tetapi tetap memiliki tanggung jawab serta landasan moral dalam menjalankan setiap kegiatannya. Semangat tersebut telah dibuktikan melalui berbagai kegiatan dan inovasi yang dikembangkan Karang Taruna Trisula,” tambah Rizal.

Salah satu kekuatan Karang Taruna Trisula adalah kemampuannya mengidentifikasi potensi lingkungan sekitar dan mengembangkannya menjadi kegiatan produktif. Saat ini, terdapat tiga produk unggulan yang menjadi bagian dari pengembangan usaha organisasi tersebut, yakni rumah produksi pembuatan helm, produksi jok, dan kopi Excelsa.

Kopi Excelsa menjadi salah satu potensi khas Desa Padangasri yang dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya pemuda setempat dalam mengangkat potensi lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi produktif di desa.

“Khusus untuk kopi Excelsa, ini merupakan potensi yang sangat menarik. Ada potensi yang sangat khas dan tidak dimiliki oleh setiap daerah. Yang lebih penting, potensi tersebut tidak hanya dibiarkan sebagai komoditas, tetapi mulai dikembangkan dan dikelola oleh generasi muda melalui Karang Taruna,” tutur Rizal.

Ia menegaskan, peran Karang Taruna perlu melampaui kegiatan sosial dan kepemudaan dengan turut mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Inilah yang menurut saya m