Belitung, Wartakum7.com- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Belitung, Ali Hasmara, meminta instansi terkait segera merespons keluhan masyarakat terkait harga Pertalite di tingkat pengecer yang dilaporkan mencapai Rp13.000 hingga Rp14.000 per liter di wilayah Membalong.
Harga tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi HET pemerintah sebesar Rp10.000 per liter dan dinilai memberatkan warga, khususnya nelayan, pekerja tambang rakyat, dan pelaku UMKM.
Ali Hasmara menegaskan, informasi yang berkembang di masyarakat harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung.
“Informasi yang berkembang di masyarakat ini perlu segera ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung di lapangan. Jika memang ditemukan adanya praktik penjualan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka instansi yang berwenang harus bertindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan. Sebaliknya, apabila terdapat faktor lain yang menyebabkan tingginya harga di wilayah tertentu, pemerintah juga perlu menjelaskannya secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ali, PWI Belitung sebagai organisasi profesi wartawan berkepentingan mendorong keterbukaan informasi. Ia menekankan setiap persoalan yang menyangkut kepentingan publik harus ditangani secara transparan, profesional, dan akuntabel.
“Kami berharap pemerintah tidak menunggu persoalan ini semakin meluas. Pengawasan yang cepat, penegakan aturan yang konsisten, dan penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik,” kata Ali, Sabtu 4 Juli 2026.
PWI Belitung mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kabupaten Belitung untuk segera melakukan pengawasan dan sidak di titik-titik pengecer di Membalong.
Salah seorang warga Kecamatan Membalong menyampaikan kepada media ini bahwa harga eceran saat ini mencapai Rp13.000 sampai Rp14.000.
“Harga sudah mahal, barangnya susah pula didapat,” ujarnya dengan nada geram.
Langkah tegas dinilai perlu agar BBM subsidi tepat sasaran dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.*AS





