Pasien Bayi Prematur Di RSUD Bayu Asih Purwakarta Hampir Tak Di Tangani Dengan Alasan Kamar Penuh

Pasien Bayi Prematur Di RSUD Bayu Asih Purwakarta Hampir Tak Di Tangani Dengan Alasan Kamar Penuh

Spread the love

 

Purwakarta/Wartakum7.Com
Seorang warga mengeluhkan pelayanan yang buruk yang diterimanya saat membawa bayinya yang baru lahir prematur di Bidan ke IGD RSUD Bayu Asih karena kekurangan oksigen.

Keluhan ini muncul setelah pihak RSUD menolak untuk menangani bayi prematur tersebut dengan alasan ruangan penuh.

Menurut pengakuan sang ayah, Robiansyah, ketika mereka datang ke IGD RSUD Bayu Asih, mereka langsung dikonfrontasi oleh petugas yang menyatakan bahwa ruangan sudah penuh.

“Parah, kami baru datang ke IGD, petugas langsung bilang ruangan penuh, tidak ditanyakan sakit apapun,” ungkap Robiansyah.

Setelah melalui perdebatan dengan petugas, akhirnya sang bayi baru dapat diperiksa oleh suster dan ditangani oleh dokter.

Namun, menurut Robiansyah, proses ini tidak berjalan dengan lancar. Mereka masih harus berdebat lagi dengan petugas untuk mendapatkan perhatian yang seharusnya diberikan kepada sang bayi.

“Ya, kami masih harus berdebat lagi, baru kemudian bayi kami diperiksa oleh dokter dan ditangani di IGD. Namun, menurut mereka, ruangan tetap penuh. Aneh, bagaimana mungkin ruangan bayi juga penuh semua?” ungkapnya.

Setelah bayi kami ditangani di IGD dengan diberikan oksigen dan diberikan rujukan harus ke rumah sakit lain.

” Kami harus bayar pelayanan IGD dikasir sebesar Rp 113 ribu,”ungkapnya.

Keluhan ini tentu saja menuai banyak kecaman dari masyarakat. Pelayanan yang buruk dan tidak manusiawi seperti ini seharusnya tidak terjadi di rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat untuk menyelamatkan nyawa.

Sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat, RSUD Bayu Asih seharusnya dapat memberikan pelayanan yang prima dan tidak membedakan antara pasien yang datang.

Sang ayah juga menambahkan, bahwa pihak RSUD Bayu Asih seharusnya dapat memiliki sistem yang lebih baik dalam menangani pasien yang membutuhkan perawatan darurat.

“Tidak seharusnya ada alasan ruangan penuh untuk menolak pasien yang membutuhkan pertolongan,”ucapnya.

Saat dikonfirmasi Plt Dirut Bayu asih, mengatakan bahwa ruangan memang penuh karena banyak pasien DBD yang sedang di rawat.

“Ditangani dulu aja di ugd…
Ruangan memang penuh…lg bnyk yg dirawat krn DBD,”ungkapnya singkat.

(Team)