Mojokerto, wartakum7.com. – Pemerintah Kabupaten Mojokerto di bawah komando Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, mempertegas jalinan sinergitas dengan BPJS Kesehatan. Upaya ini dapat dilihat saat Bupati Mojokerto hadir dan menyerahkan simbolis penghargaan untuk badan usaha pada acara Gathering Badan Usaha BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Selasa (7/7) pagi.
Melalui momen tersebut, tokoh yang biasa disapa sebagai Gus Bupati menyatakan betapa peran aktif BPJS Kesehatan, terutama dengan prioritas UHC, mampu meringankan kehidupan masyarakat Bumi Majapahit melalui jaminan sosial yang disediakan.
“Kami merasakan BPJS ini sangat membantu di sektor kesehatan bagi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, banyak masyarakat kami yang kemudian berterima kasih dengan program BPJS Kesehatan, apalagi kemudian Kabupaten Mojokerto masuk pada prioritas UHC,” terangnya pada acara yang digelar di ruang pertemuan Sunrise hotel.
Oleh karena itu, selain turut menyerahkan penghargaan kepada badan usaha yang aktif dalam kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN), Gus Bupati juga menyampaikan apresiasinya secara lisan atas partisipasi kedua pemangku kepentingan tersebut dalam melaksanakan regulasi yang berlaku.
“Saya menyampaikan penghargaan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, kepada BPJS Kesehatan, kepada seluruh badan usaha yang telah menjalankan kewajibannya dengan baik dalam menyelenggarakan program JKN,” ucapnya.
Jumlah badan usaha dan UMKM di Kabupaten Mojokerto yang telah terdaftar sebagai peserta bisa dibilang cukup banyak, hal ini seperti yang dibeberkan oleh Gus Bupati yang menyebut bahwa ada lebih dari seribu badan usaha yang terbagi menjadi 3 (tiga) skala, skala besar, menengah, dan mikro. Jumlah ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Mojokerto, karena bagi Bupati itu menjadi bukti bahwa sinergitas pemerintah daerah dan pengusaha berjalan dengan baik.
“Terdapat 1.068 badan usaha yang telah terdaftar sebagai peserta JKN di Kabupaten Mojokerto, terdiri atas 139 badan usaha skala besar, 232 badan usaha skala menengah, serta 697 badan usaha skala mikro, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto memiliki kepedulian dan komitmen tinggi dalam mendukung pembangunan bidang kesehatan serta peningkatan bantuan tenaga kerja,” tandasnya.
Sementara itu Titus Sri Hardianto Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, pada sesinya mengabarkan bahwa acara Gathering Badan Usaha BPJS Kesehatan ini diikuti oleh badan usaha yang menjadi peserta aktif JKN yang berada di area operasional BPJS cabang Mojokerto, yakni Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kota Mojokerto. Sedikitnya 300 perwakilan badan usaha hadir pada acara tersebut.
“Kegiatan ini kita selenggarakan sebagai eh salah satu bentuk apresiasi, ya BPJS Kesehatan kepada seluruh badan usaha yang ada di wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto, namun karena keterbatasan tempat, jadi pada kesempatan kali ini kami undang sebanyak 300 badan usaha,” jelas Titus.
Kepala BPJS Cabang Mojokerto itu juga sempat membacakan laporan terkait indeks kepuasan peserta, yang mengalami kenaikan dari angka 92,1 pada tahun 2024, menjadi 92,9 pada tahun 2025. Titus Sri Hardianto lalu melanjutkan dengan membacakan presentasi keaktifan peserta di 3 daerahnya.
“Kalau kita lihat, yang statusnya aktif, artinya bisa mengakses layanan kesehatan hari ini juga, sampai dengan saat ini untuk Kabupaten Jombang ada di 70,52%, Kabupaten Mojokerto ada di 83,96%, dan penduduk eh Kota Mojokerto sebanyak 95,32%,” lapornya.
Tampak yang turut hadir pada kegiatan tersebut adalah, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur Subkorwil Mojokerto dan Jombang, Taufiq Hidayat dan Bima Ayu Tri Suwolo, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang, serta jajaran Kepala OPD lain yang berasal dari Pemkab Mojokerto, Pemkab Jombang, dan Pemkot Mojokerto. ( END ).




